Tata Cara Mandi Haid Padangan Islam

Sebelumnya saya sudah membahas cara melancarkan haid. Dan kali ini saya akan membahas tata cara mandi haid dari pandangan Islam.

Suatu ketika, adik-adik perempuan mungkin akan kaget ketika pertama kali mengalami haid. Bukan apa-apa sih..! tidak sakit, tidak luka, kok bisa mengeluarkan darah. Bagi kamu yang tidak mengerti, pasti akan merasa kaget! Sebetulnya kamu tidak perlu bingung atau kaget, apalagi takut. Kenapa?, karena Allah sudah menetapkan demikian, setiap perempuan (normal) pasti bisa mengalami haid atau biasa disebut juga menstruasi cepat atau lambat.

Tata Cara Mandi Haid Padangan Islam

Nah, dengan mengalami menstruasi, itu artinya anak peremupuan itu sudah baligh. Maksudnya?, kalian sudah diwajibkan atau diharuskan untuk menjalani kewajiban-kewajiban dalam agama ini dan berdosa apabila berani meninggalkannya. Untuk kalian yang belum mengerti apa itu haid, Yuk! Kita simak…

Haid merupakan darah yang keluar dari kemaluan perempuan pada waktu tertentu dan keluarnya darah itu bukan karena sakit, bukan juga darah yang keluar dari seorang ibu karena melahirkan atau keguguran.

Warna dari darah haid normalnya berwarna merah kehitaman dan miliki bau yang tidak sedap. Oh Iya… tidak ada penetapan umur tertentu seorang perempuan mulai haid. Maksudnya, ketika keluar darah bukan karena sakit atau juga melahirkan, artinya dia sudah mengalami haid. Jadi, bisa saja terjadi pada seorang perempuan yang masih berumur 6-7 tahun.

Perempuan yang mengalami haid, maka haram baginya untuk melakukan kegiatan Islam seperti, sholat, puasa, dan thawaf di Ka’bah, sampai dia suci dari haidnya. Apabila dia sudah suci dari haidnya, dia diwajibkan mandi, setelah itu boleh melakukan kegiatan keagaman Islam seperti sholat, puasa atau thawaf di Ka’bah.

Nah, sekarang ini saya akan membahas bagaimana tata cara mandi haid, berikut adalah :

  1. Niat
  2. Berwudhu
  3. Menuangkan air ke atas kepala, lalu menggosok pangkal rambut dengan kuat
  4. Menuangkan air keseluruh tubuh, boleh juga menggunakan shampoo atau sabun
  5. Yang terakhir, mengambil kapas atau sejenisnya yang telah dikasih wewangian, selanjutnya mengusap tempat keluarnya darah haid dengan kapas tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*